Cinta datang mengendap-endap dalam kehidupanku. lalu pada detak-detak yang tak aku ketahui sebelumnya, cinta menyergapku dengan sepasang sayapku yang lembut bagai serpihan awan di langit. Awalnya aku mengelak bahwa cinta bukan begini. Tapi, semakin aku mengelak, cinta kian erat mendekapku. Melumpuhkanku. Membungkamku. Dan... menyihirku.
Cinta tak akan pernah mengumumkan kedatangannya. Cinta begitu saja menyusup, mengelus-elus sesuatu yang lembut di liang hati, memendar sekian lama, sampai akhirnya membaur bersama hati dalam bilangan waktu yang tak terkatakan.
"Hidup hanyalah abu-abu sebelum aku bertemu denganmu. Aku lupa cara mengeja tawa, dan aku lupa bagaimana cara berharap. Juga lupa bagaimana cara mencinta. Ketika bertemu denganmu, tak kurasakan lagi ruang kosong dalam jiwaku. Bersamamu, waktu terasa berjalan cepat"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar